MONEY POLITIK DI SEPAKBOLA - Sriwijaya Soccer
Headlines News : http://sriwijaya-soccer.blogspot.com

IKLAN PREMIUM

Download Gratis

Download gratis buku pelajaran sekolah Gratis
Dikirim oleh : Download Gratis, 07118673626 | Kunjungi Website

Tempat Pasang Iklan Gratis

Iklan Baris Gratis ini disediakan untuk anda sebagai pemilik usaha, barang dan jasa serta berbagai peluang bisnis dan peluang usaha supaya anda bisa menunjukkan - mempromosikan produk jasa anda kepada seluruh dunia di internet.
Dikirim oleh : RD Ads, 082179051000| Kunjungi Website

Bisnis Budi Daya Logam Mulia

Budi Daya Logam Mulia

/Franchise Network Marketing
Berminat Hub :Irwan Fikry |No Hp : 081271225320 Gabung Sekarang Juga!!
Home » » MONEY POLITIK DI SEPAKBOLA

MONEY POLITIK DI SEPAKBOLA

Written By wawa collections on Jumat, 23 Desember 2011 | 00.03

Wow, Rp 10 Juta untuk Klub yang Berani Lawan KLB

 
LENSAINDONESIA.COM: Money politik tidak hanyaterjadi di partai politik saja. Buktinya, dalam duniaolahraga yang menuntut bisa bersikap fair play, cara-cara kotor dengan menggunakan kekuatan uang masih digunakan.
Kuatnya dorongan untuk bisa menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, yang disepakati mayoritas anggota PSSI saat Rapat Akbar Sepakbola Nasional, ternyata membuat sebagian kubu yang kontra dengan KLB mulai melakukan serangan fajar.
Bagi klub yang kontra dengan dilangsungkannya KLB akan diberi iming-iming bonus sebesar Rp 10 juta. Dan, hal ini dilakukan di setiap daerah pengurus provinsi agar mau selaras untuk menggagalkan KLB.
Di Surabaya, misalnya Ketua Pengurus cabang PSSI Kota Surabaya, yang juga Pengurus PSSI, Cholid Goromah bertemu dengan sejumlah pengurus klub, Rabu (21/12/2011) di salah satu café Tunjungan Plaza, Surabaya.
Seperti yang di sampaikan H. Ayub Busono L, Manager Klub Mojokerto Putra, yang turut memberikan dukungan pelaksanaan KLB pada Rapat Akbar Sepakbola Nasional, Minggu, 18 Desember 2011 lalu.
Bahwa dirinya terang-terangan menolak ajakan tersebut. “Saya memang mendengar dari teman-teman klub, bahwa mereka (pengurus PSSI, red) mengajak ketemu. Tapi, saya tidak mau datang,”jelasnya.
Ayub juga mengaku mendengar bahwa dalam pertemuan tersebut, “utusan PSSI” menyampaikan bahwa kompetisi yang legal adalahIndonesia Premier League, dan FIFA tidak mengakui Indonesia Super League. Karena itu, sia-sia apabila Anggota PSSI berencana menggelarKLB.
Ayub yang tak mau dicap sebagai pengkhianat perjuangan. Ia tak bersedia hadir dalam rapat tersebut. “Saya dengar sih, mereka menawarkan uang Rp 10 juta ke klub untuk mencabut dukungan KLB. Tapi, nggak tahu benar atau nggak,” tambahnya.
Memang, sejumlah sumber pengurus klub yang tidak mau disebutkan namanya mengaku mendapat tawaran uang rata-rata Rp 10 juta untuk mendukung PSSI Djohar Arifin, dengan membuat surat menolak KLB PSSI.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Sriwijaya Soccer - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mang RD