PENGURUS PSSI SUDAH KEHILANGAN LEGITIMASI - Sriwijaya Soccer
Headlines News : http://sriwijaya-soccer.blogspot.com

IKLAN PREMIUM

Download Gratis

Download gratis buku pelajaran sekolah Gratis
Dikirim oleh : Download Gratis, 07118673626 | Kunjungi Website

Tempat Pasang Iklan Gratis

Iklan Baris Gratis ini disediakan untuk anda sebagai pemilik usaha, barang dan jasa serta berbagai peluang bisnis dan peluang usaha supaya anda bisa menunjukkan - mempromosikan produk jasa anda kepada seluruh dunia di internet.
Dikirim oleh : RD Ads, 082179051000| Kunjungi Website

Bisnis Budi Daya Logam Mulia

Budi Daya Logam Mulia

/Franchise Network Marketing
Berminat Hub :Irwan Fikry |No Hp : 081271225320 Gabung Sekarang Juga!!
Home » » PENGURUS PSSI SUDAH KEHILANGAN LEGITIMASI

PENGURUS PSSI SUDAH KEHILANGAN LEGITIMASI

Written By wawa collections on Jumat, 09 Desember 2011 | 02.42

 
Ketua Pengprov DKI Jakarta, Hardi, mengatakan bahwa mayoritas pengprov juga merasa kecewa dengan kepemimpinan Djohar.

Kepengurusan PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin terus mendapat kritikan tajam dari para anggotanya. Kini, giliran sejumlah pengurus provinsi PSSI mempertanyakan legitimasi yang dimiliki Djohar dan kawan-kawan.

Mengusung isu reformasi dan perubahan di awal masa jabatannya, sebagian besar pemilik suara yang ikut berjasa membantu Djohar menduduki kursi PSSI 1 mulai gerah dengan tingkah laku pengurus PSSI.

Berawal dari keputusan PSSI untuk memecat pelatih timnas Alfred Riedl, disusul dengan keinginan untuk mengakomodir klub-klub yang pernah bermain di LPI, membuat anggota PSSI meradang.

Kekecewaan mereka semakin memuncak saat Djohar dan ketua komite kompetisi Sihar Sitorus dengan semena-mena memberi promosi gratis pada sejumlah klub dan juga menghapuskan hukuman tiga klub, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar, tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Ketua eksekutif Persigo Gorontalo Aven Hinalo mengatakan, salah satu faktor yang mendasari mayoritas klub Divisi Utama untuk menjalankan roda kompetisi di bawah PT. Liga Indonesia adalah akumulasi kekecewaan terhadap berbagai keputusan kontroversial yang dibuat PSSI.

"Naiknya beberapa klub ke tingkat tertinggi tidak sesuai dengan regulasi. Begitu juga dengan penambahan klub baru. Pada pertemuan pertama dengan Sihar, saya sudah prote dan dia menjamin tidak ada klub LPI yang akan masuk," ujar Aven, Rabu (7/12).

Sebagai bentuk pernyataan sikap, klub-klub Divisi Utama membentuk forum yang akan memberi masukan dan mengkritisi berbagai keputusan PSSI yang bertentangan dengan statuta.

Sehari sebelumnya, 29 pengprov juga mengadakan pertemuan dan sepakat membentuk forum pengprov dengan tujuan yang kurang lebih sama. Ketua pengprov DKI Jakarta, Hardi, mengatakan bahwa mayoritas pengprov juga merasa kecewa dengan kepemimpinan Djohar.

"Saya salah satu yang merasa dikecewakan oleh PSSI. Anda lihat Persija yang nyata-nyata memiliki poin lebih bagus dari hasil penilaian AFC malah ditendang dan digantikan dengan Jakarta FC," katanya.

Dengan kondisi sekarang ini, dia melihat Djohar dan kawan-kawan sudah kehilangan legitimasi sebagai pengurus PSSI.

"Sebagian besar klub ISL sudah meninggalkan PSSI. Disusul pengprov. Sekarang giliran klub Divisi Utama. Kalau seperti ini, apakah mereka masih punya legitimasi? Kami yang membuat mereka ada di sana," tegas Hardi.

"Apa yang diinginkan teman-teman sudah mengarah ke pergantian kepemimpinan. Siapa pun penggantinya, yang penting ke arah yang lebih baik. Harapan saya, Djohar mau introspeksi diri dan mundur karena tidak mampu memimpin organisasi ini," pungkasnya.
( beritasatu.com)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Sriwijaya Soccer - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mang RD