Saya tak Ingin Khianati Pemain - Sriwijaya Soccer
Headlines News : http://sriwijaya-soccer.blogspot.com

IKLAN PREMIUM

Download Gratis

Download gratis buku pelajaran sekolah Gratis
Dikirim oleh : Download Gratis, 07118673626 | Kunjungi Website

Tempat Pasang Iklan Gratis

Iklan Baris Gratis ini disediakan untuk anda sebagai pemilik usaha, barang dan jasa serta berbagai peluang bisnis dan peluang usaha supaya anda bisa menunjukkan - mempromosikan produk jasa anda kepada seluruh dunia di internet.
Dikirim oleh : RD Ads, 082179051000| Kunjungi Website

Bisnis Budi Daya Logam Mulia

Budi Daya Logam Mulia

/Franchise Network Marketing
Berminat Hub :Irwan Fikry |No Hp : 081271225320 Gabung Sekarang Juga!!
Home » » Saya tak Ingin Khianati Pemain

Saya tak Ingin Khianati Pemain

Written By wawa collections on Rabu, 14 Desember 2011 | 21.37




Sriwijaya Post - Kamis, 15 Desember 2011 
PERNYATAAN pengunduran Pelatih Timnas U-23 Rachmad Darmawan (RD) mengejutkan masyarakat pecinta sepakbola. Banyak harapan disandarkan pada pria asal Lampung itu. Apalagi RD dikenal bertangan dingin. Harapan itu kini surut sudah. Berikut wawancara khusus wartawan Sripo Hendra Kusuma dengan RD. Wawancara dilakukan via telepon, Rabu (14/12).

Apa kabar Bang RD?
Baik, wah sudah lama wartawan dari Palembang nggak nelpon saya. Bagaimana kabarnya, salam untuk teman-teman media, suporter Palembang, pemain dan pelatih SFC. Apa nih yang mau ditanyakan?

Salah satunya kabar pengunduran diri Anda?
Iya, saya tidak menyangka jika kejadian ini meluas dan menjadi seperti ini. Padahal apa yang saya buat selayaknya yang dilakukan pelatih dan ini hal biasa. Sederhana menurut saya.

Menjadi luar biasa karena RD yang dikenal tidak banyak bicara tetapi sudah mampu membawa Timnas U-23 tampil baik, kemudian mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia namun tiba-tiba mengundurkan diri dari Timnas. Apa sebabnya?

Begini. Saya jelaskan kronologisnya mengapa saya undur diri. Ketika Indonesia kalah di semifinal SEA Games lalu, saya sudah ingin mundur karena kegagalan ini boleh jadi banyak yang menghujat. Saya sebagai pelatih lah yang gagal dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Namun yang terjadi tidak demikian. Masyarakat mendukung. Di luar dukungan terus mengalir. Sehingga saya kembali mempertimbangkan untuk tetap melatih Timnas. Kemudian dalam satu kesempatan salah seorang wartawan salah satu media di Jakarta bertanya kepada saya.

Begini pertanyaannya. Coach kalau Anda masih menjadi pelatih Timnas, sementara PSSI cuma mengizinkan satu kompetisi saja yang disahkan dan kemudian pemain hanya bisa diambil dari kompetisi yang disahkan itu, bagaimana dan apa yang Anda lakukan? Pertanyaan itu kemudian saya jawab, seorang pelatih yang ingin melatih Timnas harus diberikan kewenangan mutlak dan tidak boleh diganggu gugat, diberikan kewenangan tanpa dibatasi administrasi. Kalau tidak boleh dan bebas memilih pemain yang diinginkan dan tidak sesuai keinginan, maka pelatih akan pusing, yang pasti saya akan mengundurkan diri.

Setelah itu dua minggu kemudian Timnas mendapatkan kesempatan menjajal LA Galaxy. Selanjutnya enam hari menjelang lawan LA Galaxy Meeting, mulai ada wacana tidak boleh menggunakan pemain dari ISL, saya katakan kepada semua yang hadir saat itu saya tidak kuat kalau begini, saya tidak enjoy. Saya tegaskan program saya tidak memandang di mana pemain itu berkompetisi, jika dia berkualitas, pemain yang bermain di ISL juga akan saya ambil.

Setelah itu, sebelum bertanding melawan LA Galaxy pada 1 Desember, pada malam 30 November saya kembali tegaskan pemain di ISL akan dipanggil sekali pun mereka duduk dibangku cadangan, jika tidak akan mundur. Akhirnya keluhan saya sampai juga ke Pak Ketum dan dia SMS ke saya. Bunyinya begini , Pak RD Anda boleh ambil dari mana saja, klub mana saja, dan bermain di mana saja untuk Indonesia Selection. Kalimat seperti pula yang disampaikan oleh pak Djohar ketika saya melatih Timnas U-23. Waktu itu kan ketika saya melatih U-23, IPL ketika itu yang dilarang, tetapi saya panggil juga pemain dari IPL seperti Andik Firmansyah, Kim Jeffrey dan Irfan Bachdim.
Kembali ke pesan pak Djohar itu, saya lega, sehingga ketika tim Indonesian Selection usai melawan LA Galaxy saya merasa biasa dan mulai membuat beberapa program ke depan.

Namun 2 hari kemudian pak Djohar kembali mengeluarkan statemen bahwa pemain ISL tidak boleh memperkuat Timnas. Kok Ketua Umum begitu, hari ini ngomong begitu, besoknya begitu, dan lusanya begini lagi. Saya bingung saat itu.

Selanjutnya apa yang Anda pikirkan ketika itu?
Kemudian saya putuskan mundur dengan dua pertimbangan utama. Pertama rasa tanggungjawab saya kepada pemain, kedua jujur rasanya apa yang disampaikan Ketum itu tidak pas di hati saya karena saya tidak ingin berkhianat kepada pemain saya. Mereka adalah pemain yang patut dilindungi dan tidak layak dikorbankan. Itulah kronologisnya sehingga saya kemudian memutuskan mundur.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Sriwijaya Soccer - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mang RD